30 Dekan FEB Swasta se Indonesia melakukan Perjanjian Kerjasama dengan AFEBSI

afebsi.or.id  Sesuai dengan tujuan terbentuknya AFEBSI, yaitu terbangunnya Kerjasama sinergis diantara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta seluruh Indonesia, Afebsi memfasilitasi terjalinnya MoA (Memorandum of Agreement) atau perjanjian Kerjasama diantara anggota AFEBSI yang hadir dalam kegiatan Rakernas 1 AFEBSI, pada hari Selasa (14/02/2023) di Yogyakarta.

Dekan FEB Universitas Majalengka, Ir. H. Masduki, M.Si melakukan MoA dengan AFEBSI (Yogyakarta, 14/02/2023)

Dalam catatan Panitia Rakernas, AFEBSI melakukan MoA dengan 30 Dekan FEB Swasta yang hadir dalam acar Rakernas. Setelah melakukan MoA dengan AFEBSI 30 Dekan tersebut saling melakukan Perjanjian Kerjasama dengan para Dekan lainnya. Kerjasama ini meliputi bidang Pendidikan dan pengajaran; Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan pengembangan kelembagaan.

Achmad Rozi, selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional AFEBSI mengatakan, Kerjasama diantara Anggota ini merupakan komitmen AFEBSI untuk memfasilitasi terbangunnya Kerjasama kelembagaan yang sinergis diantara anggota, dalam rangka terwujudnya Fakultas Ekonomi yang unggul dan berdaya saing.

“Sesuai tema Rakernas I AFEBSI yaitu Sinergi membangun keunggulan AFEBSI dalam menghadapi Tantangan Ekonomi Global, maka salah satu instrument untuk mewujudkan hal tersebut adalah terbangunnya kolaborasi dan sinergi diantara anggota AFEBSI melalui kerjasama kelembagaan yang kuat.” ungkap Rozi yang juga merupakan mantan Dekan FEB Universitas Primagraha

Pada kesempatan terpisah, Ketua Dewan Penasehat AFEBSI, Prof. Dr. Tatik Suryani, P.Si., M.M menambahkan agar AFEBSI dapat merespon Isu-isu Pendidikan tinggi secara konstruktif.

“Sebagai wadah bagi para Dekan FEB Perguruan Tinggi Swasta diharapkan mampu mewujudkan sinergi antar pengelola Fakultas Ekonomi dan Bisnis perguruan tinggi swasta dalam merespon isu-isu strategis  Pendidikan di bidang EMBA (Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi  dan mampu menjadi mitra pemerintah dalam penyusunan maupun implementasi kebijakan.” ungkap Prof Tatik yang juga menjabat sebagai Dekan FEB Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *