Agus Andi Subroto
Di era ketika kecerdasan artifisial (AI) mampu meracik jawaban dalam hitungan detik, dunia pendidikan tinggi berdiri di persimpangan jalan. Jika tugas dosen hanya mentransfer data, maka teknologi telah memenangi pertempuran itu. Namun, di tengah banjir informasi yang sering kali keruh, muncul kebutuhan mendesak akan sosok yang bukan sekadar pengolah data, melainkan ‘penjaga api peradaban’.
Akademisi sejatinya adalah penjaga nyala api: nilai kemanusiaan, integritas, dan kebijaksanaan yang tak bisa diproduksi oleh barisan kode biner. Menjadi penjaga peradaban bukanlah status instan yang melekat pada toga. Ia adalah hasil tempaan ruang kelas yang melatih kesabaran, penelitian yang menumbuhkan kerendahan hati, serta interaksi sosial yang mengasah empati.
Peter Senge pernah mempopulerkan konsep Learning Organization. Bagi seorang akademisi, konsep ini menjadi cermin bahwa gelar bukanlah garis finis, melainkan garis start. Semakin tinggi ilmu, semakin besar kesadaran akan ketidaktahuan.
Sejarah mencatat B.J. Habibie sebagai sosok yang menjembatani dunia gagasan dan tindakan. Warisan terbesarnya bukan sekadar pesawat, melainkan budaya belajar dan keberanian bermimpi besar.
Menjaga peradaban tak melulu soal proyek raksasa. Sering kali ia hidup dalam percakapan sederhana dan proses pendampingan mahasiswa. Tugas kita bukan mencetak sekadar lulusan, tetapi memanusiakan manusia yang berani berpikir mandiri.
Di sinilah relevansi Servant Leadership dari Robert Greenleaf. Kepemimpinan akademik pada hakikatnya adalah pelayanan. Gelar dan jabatan harus menjadi instrumen untuk memperluas manfaat, bukan memperpanjang gengsi.
Akademisi harus berpihak pada kebenaran ilmiah saat disinformasi merajalela, dan berpihak pada integritas ketika pragmatisme menghalalkan segala cara.
Pada akhirnya, peradaban diwariskan melalui manusia yang terus belajar dan bersedia menyalakan api bagi generasi berikutnya. Selama api itu masih dijaga, masa depan bangsa akan selalu memiliki cahaya.
Dr. Agus Andi Subroto
Dekan Fakultas Hukum dan Bisnis ITB Yadika Pasuruan
Ketua DPD AFEBSI Jawa Timur
Surabaya, 20 Juni 2026
