Edy Suandi Hamid merupakan salah satu intelektual ekonomi Indonesia yang dikenal luas sebagai akademisi, pemikir kebijakan, dan tokoh pendidikan tinggi yang memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan dan tata kelola perguruan tinggi. Namanya tidak hanya identik dengan dunia akademik, tetapi juga dengan berbagai organisasi profesi dan kepemimpinan pendidikan nasional.
Beliau lahir pada tahun 1957 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Ketertarikannya terhadap ilmu ekonomi membawanya menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, beliau melanjutkan studi magister ekonomi di Faculty of Economics, Thammasat University, Bangkok, Thailand. Semangat keilmuan yang terus menyala mengantarkannya meraih gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada.
Karier akademiknya dimulai sejak pertengahan 1980-an. Pada tahun 1985 ia bergabung sebagai dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Selain mengajar, Prof. Edy aktif sebagai peneliti pada berbagai lembaga, antara lain Centre for Rural and Regional Development UGM, Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan Nasional-LIPI, serta Centre for Economic Democracy Studies UGM. Pengalaman intelektualnya semakin kaya ketika memperoleh kesempatan sebagai visiting scholar di Monash University, Australia, pada tahun 1998.

Di lingkungan Universitas Islam Indonesia, perjalanan pengabdiannya mencapai puncak ketika dipercaya menjadi Rektor UII periode 2006–2014. Kepemimpinannya ditandai dengan modernisasi tata kelola universitas, penguatan sistem penjaminan mutu internal, serta penerapan teknologi informasi dalam manajemen perguruan tinggi. Pada masa kepemimpinannya, UII memperoleh berbagai pengakuan mutu, termasuk akreditasi institusi peringkat A dari BAN-PT pada tahun 2013.
Selain berkiprah di kampus, Prof. Edy juga aktif dalam berbagai organisasi nasional. Ia pernah menjabat Ketua Forum Rektor Indonesia, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, serta pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI). Keterlibatannya di berbagai organisasi tersebut menunjukkan perhatian besarnya terhadap masa depan pendidikan tinggi dan pembangunan ekonomi nasional.
Sebagai seorang ekonom, perhatian intelektual Prof. Edy banyak tertuju pada isu ekonomi kerakyatan, desentralisasi fiskal, pembangunan daerah, dan demokrasi ekonomi. Gagasan-gagasannya banyak dituangkan dalam artikel ilmiah, media massa, maupun puluhan buku yang telah diterbitkan oleh berbagai perguruan tinggi dan penerbit nasional. Baginya, ilmu ekonomi bukan sekadar perangkat analisis angka, melainkan sarana untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial.
Dalam perjalanan panjangnya, Prof. Edy dikenal sebagai sosok yang memadukan tradisi keilmuan dengan kepedulian terhadap persoalan bangsa. Ia termasuk intelektual yang konsisten mengingatkan pentingnya keberpihakan ilmu pengetahuan kepada rakyat, penguatan ekonomi nasional berbasis kemandirian, serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Bagi banyak akademisi Indonesia, Prof. Edy Suandi Hamid bukan sekadar guru besar ekonomi, melainkan representasi dari seorang intelektual publik yang menempatkan kampus sebagai pusat lahirnya gagasan, kritik, dan solusi bagi kehidupan berbangsa. Melalui pengabdian di dunia pendidikan, organisasi, dan pemikiran ekonomi, beliau telah mewariskan teladan bahwa ilmu pengetahuan memperoleh maknanya ketika dihadirkan untuk kemaslahatan masyarakat dan kemajuan bangsa.
Keterlibatan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam AFEBSI
Sejak berdirinya Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI), kehadiran para akademisi senior menjadi bagian penting dalam membangun fondasi intelektual organisasi. Salah satu figur yang memberikan dukungan dan arah strategis bagi perjalanan AFEBSI adalah Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII), mantan Ketua Forum Rektor Indonesia, serta mantan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI).
Saat dilaksanakannya Rakernas pertama AFEBSI di Yogyakarta, tepatnya di Kampus Universitas Widya Mataram sebagai tuan rumah tahun 2023, Prof. Edy Suandi Hamid dipercaya dan diangkat sebagai Ketua Dewan Pakar AFEBSI. Amanah tersebut mencerminkan pengakuan atas rekam jejak panjang beliau sebagai akademisi, ekonom, sekaligus pemimpin pendidikan tinggi yang konsisten memperjuangkan mutu, tata kelola, dan daya saing perguruan tinggi swasta di Indonesia.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pakar, Prof. Edy berperan sebagai sumber inspirasi dan rujukan strategis bagi pengembangan AFEBSI. Melalui berbagai forum akademik, seminar nasional, diskusi kebijakan, dan konsolidasi organisasi, beliau senantiasa mendorong agar AFEBSI tidak hanya menjadi wadah berhimpun bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis swasta, tetapi juga berkembang menjadi ekosistem kolaboratif yang mampu melahirkan inovasi, memperkuat budaya riset, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membangun jejaring nasional dan internasional.
Berbekal pengalaman memimpin Universitas Islam Indonesia, Forum Rektor Indonesia, dan APTISI, Prof. Edy membawa perspektif yang luas mengenai pentingnya good university governance, internasionalisasi pendidikan tinggi, serta penguatan relevansi pendidikan ekonomi dan bisnis terhadap kebutuhan pembangunan nasional. Gagasan-gagasan beliau mengenai ekonomi kerakyatan, demokrasi ekonomi, dan keberpihakan ilmu pengetahuan kepada kesejahteraan masyarakat menjadi warna tersendiri dalam arah pengembangan AFEBSI.
Di bawah arahan Dewan Pakar yang dipimpinnya, AFEBSI terus mengembangkan berbagai program strategis, mulai dari penguatan tata kelola fakultas, peningkatan kualitas dosen, budaya publikasi ilmiah, kolaborasi riset, pengabdian masyarakat, hingga internasionalisasi pendidikan tinggi. Bagi Prof. Edy, kemajuan perguruan tinggi swasta tidak dapat dibangun secara individual, melainkan melalui semangat kolaborasi dan gotong royong antarperguruan tinggi.
Bagi keluarga besar AFEBSI, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid bukan sekadar Ketua Dewan Pakar, melainkan sosok guru bangsa yang menghadirkan keteladanan intelektual dan kepemimpinan. Pengalaman panjangnya dalam dunia akademik dan organisasi nasional menjadi modal berharga dalam mengarahkan AFEBSI menuju organisasi yang berkontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan memperkuat peran pendidikan ekonomi dan bisnis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Sebagaimana yang kerap beliau sampaikan dalam berbagai kesempatan, kekuatan perguruan tinggi sesungguhnya terletak pada kualitas gagasan, integritas akademik, dan kemampuan membangun kolaborasi. Oleh karena itu, keberadaan Prof. Edy Suandi Hamid sebagai Ketua Dewan Pakar AFEBSI sejak tahun 2023 merupakan bagian dari ikhtiar kolektif untuk menghadirkan organisasi yang tidak hanya besar secara struktur, tetapi juga kuat secara intelektual dan berdampak bagi kemajuan bangsa. (red)
